Senin, 06 Juli 2026

SMP Negeri 4 Sukasada Gelar Review Kurikulum: Menuju "Kurikulum Adaptif untuk Semua"



SUKASADA, BALI – SMP Negeri 4 Sukasada baru-baru ini menyelenggarakan agenda penting bagi kemajuan akademik dan karakter siswa: Review Kurikulum. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema besar: "Kurikulum Adaptif untuk Semua".

Kepala Sekolah, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya evaluasi kurikulum yang berkelanjutan. "Kurikulum kami harus relevan, mampu merespons tantangan zaman, dan yang terpenting, bersifat adaptif. Ini berarti kurikulum harus bisa melayani keberagaman potensi, latar belakang, dan kemampuan seluruh siswa kami tanpa terkecuali," ujarnya, seperti terlihat dalam ilustrasi kegiatan di atas.

Pilar Utama Integrasi Kurikulum Baru

Review kali ini berfokus pada integrasi empat pilar utama ke dalam struktur pembelajaran dan karakter sekolah:

1. Integrasi Pendidikan Anti Narkoba

Membangun benteng pertahanan mental generasi muda. Edukasi tentang bahaya narkoba akan disisipkan dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kokurikuler untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sadar bahaya penyalahgunaan.

2. Pendidikan Inklusif

Memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk belajar dan berkembang. Kurikulum didesain ramah bagi siswa dengan berbagai kemampuan, memberikan dukungan yang diperlukan untuk keberhasilan semua.

3. Penguatan Numerasi

Mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah melalui pendekatan numerasi yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan rumus.

4. Kearifan Lokal Bali

Berwawasan global, namun tetap memegang teguh jati diri lokal. Nilai-nilai budaya, adat, dan seni tradisional Bali diintegrasikan sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum sekolah.

Implementasi kurikulum baru ini diharapkan dapat mencetak lulusan SMP Negeri 4 Sukasada yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, inklusif, dan mencintai budaya sendiri. Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, siswa, hingga orang tua, diharapkan dapat mendukung penuh transformasi ini.


Jumat, 15 Mei 2026

 

PENDAFTARAN SPMB SMP NEGERI 4 SUKASADA TAHUN AJARAN 2026/2027 DIBUKA!


Halo calon siswa-siswi hebat! 👋

SMP Negeri 4 Sukasada membuka Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.


Kami berkomitmen mewujudkan Murid yang BERSERI:  

Berprestasi, Sejahtera, dan ECO friendly student  

berlandaskan 8 Dimensi Profil Lulusan.


JADWAL PENDAFTARAN:

1. Jalur Prestasi : 02 - 05 Juni 2026

2. ⁠Pengumuman: 08 Juni 2026

3. ⁠Jalur Afirmasi : 04 - 06 Juni 2026  

4. ⁠Jalur Mutasi : 08 - 11 Juni 2026

5. ⁠Jalur Domisili : 10 - 20 Juni 2026

6. ⁠Pemetaan Kecamatan : 22 Juni 2026

7. ⁠Pemetaan Kabupaten : 24 Juni 2026

8. ⁠Pengumuman Penerimaan : 27 Juni 2026

9. ⁠Daftar Ulang Online : 29 Juni - 11 Juli 2026


📊 JENIS PENDAFTARAN & KUOTA:

Jalur Domisili : 50%

Jalur Prestasi : 25%

Jalur Afirmasi : 20%

Jalur Mutasi : 5%


📋 PERSYARATAN DAFTAR ULANG:

1. Fotocopy Kartu Keluarga

2. ⁠Fotocopy Akta Kelahiran  

3. ⁠Pas Foto 3x4 [2 lembar]

4. ⁠Ijazah / Surat Keterangan Lulus

5. ⁠Usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026


📞 INFO PENDAFTARAN:

WA: 081240237676 [Yuda Sriastuti]

WA: 083867384387 [Adi Saguna]

WA: 087860554449 [Abdi Julia]


📱 INFO LENGKAP:

TikTok : @kabarspenforsada16

Instagram : @smpnegeri4sukasada

Facebook : SMP Negeri 4 Sukasada


Ayo segera daftar dan bergabung bersama SMP Negeri 4 Sukasada!  

Mari Bergabung Bersama Kami!!! 🎉


#SPMB2026 #SPMBSMPN4Sukasada #smpn4sukasada

Minggu, 01 Juni 2025

SPMB SMP Negeri 4 Sukasada 2025

 🎓 Calon pelajar cerdas, ini waktunya kamu bersinar!

📌 Pendaftaran SPMB SMP Negeri 4 Sukasada telah resmi dibuka!

Gabung dan jadilah bagian dari sekolah yang membentuk generasi berdaya saing!




Rabu, 29 Januari 2025

Deep Seek: Aplikasi AI yang Mengguncang Pasar Saham Dunia



Deep Seek, sebuah aplikasi kecerdasan buatan (AI) baru-baru ini mengguncang pasar saham dunia, terutama sektor teknologi informasi (IT). Peluncuran aplikasi ini menyebabkan penurunan tajam pada harga saham perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, memicu kekhawatiran tentang masa depan industri AI.

Apa itu Deep Seek?

Deep Seek adalah aplikasi AI yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan (startup) asal Tiongkok. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur canggih, termasuk pemahaman bahasa alami, analisis data, dan генерация konten. Deep Seek diklaim memiliki kemampuan yang jauh melampaui aplikasi AI lainnya yang ada di pasaran saat ini.

Dampak pada Pasar Saham

Peluncuran Deep Seek menyebabkan kepanikan di kalangan investor. Harga saham perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Google, dan Microsoft mengalami penurunan signifikan. Investor khawatir bahwa Deep Seek akan mengganggu dominasi perusahaan-perusahaan ini di pasar AI.

Penyebab Guncangan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan guncangan pasar saham akibat Deep Seek:

 * Kemampuan Canggih: Deep Seek menawarkan kemampuan yang jauh lebih baik daripada aplikasi AI lainnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Deep Seek akan merevolusi industri AI dan membuat produk-produk perusahaan teknologi lain menjadi usang.

 * Persaingan: Peluncuran Deep Seek meningkatkan persaingan di pasar AI yang semakin ketat. Investor khawatir bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan terlibat dalam perang harga untuk memenangkan pangsa pasar.

 * Ketidakpastian: Pasar saham selalu sensitif terhadap ketidakpastian. Deep Seek adalah teknologi baru yang belum teruji. Investor khawatir tentang potensi risiko dan dampak jangka panjangnya pada industri teknologi.

Masa Depan Deep Seek dan Pasar Saham

Meskipun menyebabkan guncangan awal, Deep Seek juga memiliki potensi besar untuk mengubah dunia AI. Jika terbukti sukses, aplikasi ini dapat membawa manfaat besar bagi berbagai sektor industri, termasuk teknologi, keuangan, dan kesehatan.

Namun, masa depan Deep Seek dan dampaknya pada pasar saham masih belum pasti. Investor akan terus memantau perkembangan Deep Seek dan bagaimana perusahaan-perusahaan teknologi meresponsnya.

Kesimpulan

Deep Seek adalah contoh bagaimana teknologi baru dapat mengguncang pasar saham. Peluncuran aplikasi ini menjadi pengingat bahwa investor harus selalu waspada terhadap potensi risiko dan peluang dalam dunia teknologi yang terus berkembang.

Minggu, 26 Januari 2025

Meningkatkan Diri dengan Growth Mindset

Pengertian Growth Mindset

Growth mindset adalah konsep yang diperkenalkan oleh Carol S. Dweck, seorang psikolog dari Stanford University, dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success (2006). Konsep ini merujuk pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang dapat dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, dan kegigihan. Berbeda dengan fixed mindset, di mana individu percaya bahwa kemampuan mereka bersifat tetap, individu dengan growth mindset percaya bahwa kegagalan adalah peluang untuk belajar dan berkembang.

Menurut Dweck, "Pola pikir bukanlah sekadar keyakinan, melainkan sebuah pandangan yang memengaruhi bagaimana seseorang menghadapi tantangan, usaha, dan hambatan."

Ciri-ciri Growth Mindset

Beberapa ciri individu yang memiliki growth mindset adalah:

1. Melihat Kegagalan sebagai Peluang

Kegagalan dianggap sebagai batu loncatan untuk belajar, bukan akhir dari segalanya.

2. Fokus pada Proses

Mereka lebih menghargai usaha dan pembelajaran daripada hasil instan.

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Seseorang dengan growth mindset tidak takut mencoba hal baru dan menghadapi tantangan.

4. Berorientasi pada Pengembangan Diri

Mereka selalu mencari cara untuk meningkatkan kemampuan, baik melalui pelatihan, pendidikan, maupun pengalaman.

Manfaat Mengembangkan Growth Mindset

1. Peningkatan Daya Tahan Mental

Dengan growth mindset, seseorang lebih mampu menghadapi tekanan dan tantangan hidup.

2. Peningkatan Kinerja Akademik dan Profesional

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan growth mindset cenderung mencapai hasil yang lebih baik karena mereka bersedia berusaha lebih keras.

3. Hubungan Sosial yang Lebih Baik

Orang dengan growth mindset cenderung lebih menerima kritik dan membangun hubungan yang sehat.

4. Kemampuan Beradaptasi

Mereka lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan dan lebih terbuka terhadap ide-ide baru.

Cara Membangun Growth Mindset

1. Mengubah Pola Pikir Tentang Kegagalan

Lihat kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Bertanya pada diri sendiri, "Apa yang bisa saya pelajari dari pengalaman ini?"

2. Berfokus pada Proses, Bukan Hasil

Hargai usaha yang telah dilakukan, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.

3. Meningkatkan Kesadaran Diri

Refleksi diri secara teratur untuk memahami pola pikir dan perilaku.

4. Menghargai Umpan Balik

Jadikan kritik sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan, bukan ancaman.

5. Mendorong Diri untuk Berani Mencoba Hal Baru

Ambil risiko kecil yang dapat membawa pengalaman dan pembelajaran baru.

Penerapan Growth Mindset di Kehidupan Sehari-Hari

Growth mindset dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan hubungan interpersonal. Misalnya, dalam dunia pendidikan, guru dapat membantu siswa mengembangkan growth mindset dengan memberikan penghargaan pada usaha dan strategi, bukan hanya hasil akhir. Dalam dunia kerja, pemimpin yang memiliki growth mindset cenderung menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi dan kolaborasi.

Penutup

Mengembangkan growth mindset bukanlah proses instan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas diri. Dengan menerapkan growth mindset, kita dapat menghadapi tantangan dengan optimisme, belajar dari kesalahan, dan terus berkembang dalam berbagai aspek kehidupan.

Referensi

1. Dweck, C. S. (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random House.

2. Yeager, D. S., & Dweck, C. S. (2012). Mindsets that promote resilience: When students believe that personal characteristics can be developed. Educational Psychologist, 47(4), 302-314.

3. Boaler, J. (2016). Mathematical Mindsets: Unleashing Students’ Potential

 Through Creative Math, Inspiring Messages and Innovative Teaching. Jossey-Bass.

Mengapa Beberapa Negara Seperti Swedia Kembali Menggunakan Materi Belajar Berbasis Kertas?


Dalam era digital yang semakin maju, banyak sekolah di seluruh dunia beralih dari bahan ajar berbasis kertas ke materi digital. Namun, tren ini tidak selalu diterima dengan baik, terutama di negara seperti Swedia. Swedia, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pelopor dalam integrasi teknologi ke dalam pendidikan, kini beralih kembali ke penggunaan materi belajar berbasis kertas. Mengapa langkah ini diambil, dan apa manfaatnya? Artikel ini akan membahas alasan di balik keputusan tersebut.

1. Dampak Digital pada Konsentrasi dan Pemahaman

Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui perangkat digital dapat mengurangi kemampuan konsentrasi dan pemahaman siswa dibandingkan dengan pembelajaran berbasis kertas. Sebuah studi oleh International Literacy Association menemukan bahwa membaca di layar cenderung lebih dangkal dibandingkan membaca dari buku cetak.
Swedia mengkhawatirkan bahwa penggunaan materi digital secara berlebihan dapat berdampak buruk pada kemampuan literasi siswa, terutama dalam memahami teks yang kompleks. Selain itu, gangguan dari notifikasi, iklan, atau akses ke media sosial selama pembelajaran digital dapat mengurangi fokus siswa terhadap pelajaran.

2. Risiko Kesehatan Fisik dan Mental

Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama juga memiliki dampak kesehatan, baik fisik maupun mental. Paparan layar yang berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti kelelahan mata, gangguan tidur, hingga ketergantungan terhadap teknologi. Di kalangan siswa, efek ini bahkan dapat mempengaruhi perkembangan otak.
Pemerintah Swedia menilai bahwa pengurangan penggunaan perangkat digital dalam pembelajaran dapat membantu mengurangi risiko ini. Materi berbasis kertas memungkinkan siswa untuk belajar tanpa terganggu oleh efek negatif dari layar elektronik.

3. Pentingnya Keterampilan Motorik dan Interaksi Langsung



Penggunaan buku dan alat tulis tidak hanya melibatkan kemampuan kognitif tetapi juga keterampilan motorik. Menulis tangan, menggambar diagram, atau mencatat secara manual telah terbukti meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa. Di sisi lain, mengetik di perangkat digital cenderung kurang melibatkan otak dalam proses belajar.
Selain itu, pembelajaran berbasis kertas cenderung memfasilitasi interaksi langsung antara siswa dan guru. Guru dapat memberikan umpan balik langsung melalui catatan pada buku siswa, yang sering kali lebih personal dan efektif dibandingkan umpan balik digital.

4. Keprihatinan terhadap Ketergantungan Teknologi

Swedia, meskipun dikenal sebagai negara yang maju dalam teknologi, juga menyadari bahaya ketergantungan yang berlebihan pada perangkat digital. Dalam konteks pendidikan, terlalu banyak bergantung pada teknologi dapat membuat siswa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan mandiri.
Dengan mengembalikan materi berbasis kertas, Swedia berharap dapat menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan metode belajar tradisional. Pendekatan ini bertujuan untuk melatih siswa agar dapat berpikir analitis tanpa selalu mengandalkan perangkat elektronik.

5. Menyelaraskan dengan Nilai Budaya dan Tradisi Pendidikan

Swedia memiliki tradisi pendidikan yang kuat, di mana pembelajaran berbasis buku telah menjadi bagian penting selama bertahun-tahun. Meskipun teknologi memberikan banyak kemudahan, negara ini memutuskan untuk tidak melupakan akar budaya pendidikannya. Bahan ajar berbasis kertas dinilai lebih sejalan dengan nilai-nilai tersebut, sekaligus menjaga kualitas pendidikan yang holistik.

Kesimpulan

Keputusan Swedia untuk kembali menggunakan materi belajar berbasis kertas mencerminkan pentingnya evaluasi kritis terhadap dampak teknologi dalam pendidikan. Meskipun teknologi menawarkan kemudahan dan inovasi, pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan yang seimbang. Dengan mengutamakan kertas dalam pembelajaran, Swedia berharap dapat meningkatkan konsentrasi, kesehatan, dan kemampuan literasi siswa secara keseluruhan. Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa tidak semua kemajuan teknologi selalu membawa manfaat, terutama dalam hal pembentukan generasi masa depan.

Jumat, 20 Desember 2024

Pengaruh Sarapan pada Motivasi Belajar Siswa

Sarapan pagi memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan mengonsumsi sarapan yang sehat dan bergizi, siswa dapat memulai hari dengan energi yang cukup, yang berdampak positif pada konsentrasi dan semangat belajar mereka.

Manfaat Sarapan terhadap Motivasi Belajar:

1. Meningkatkan Konsentrasi: Sarapan membantu menjaga kadar gula darah yang stabil, sehingga otak mendapatkan pasokan energi yang diperlukan untuk berkonsentrasi selama proses pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang rutin sarapan memiliki kemampuan fokus yang lebih baik dibandingkan yang melewatkannya.

2. Menambah Energi: Sarapan menyediakan sekitar 25% dari kebutuhan energi harian. Energi ini penting untuk mendukung aktivitas fisik dan mental siswa sepanjang hari, sehingga mereka lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran.

3. Meningkatkan Suasana Hati: Sarapan yang sehat dapat membantu menstabilkan suasana hati siswa, membuat mereka merasa lebih ceria dan termotivasi untuk belajar. Kestabilan emosi ini berperan dalam meningkatkan interaksi positif di kelas.

Rekomendasi Sarapan Sehat untuk Siswa:

- Roti Gandum dengan Telur Rebus: Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein yang memberikan energi tahan lama.

- Sereal Gandum Utuh dengan Susu Rendah Lemak: Sumber serat dan kalsium yang baik untuk pertumbuhan.

- Nasi Merah dengan Sayuran dan Tempe: Menu tradisional yang kaya serat, vitamin, dan protein nabati.

- Oatmeal dengan Buah Segar dan Kacang-Kacangan: Pilihan sarapan yang kaya antioksidan dan lemak sehat.

Kesimpulan:

Sarapan pagi yang sehat dan teratur memiliki dampak signifikan terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Dengan energi yang cukup, konsentrasi yang baik, dan suasana hati yang stabil, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademik setiap harinya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk mendorong kebiasaan sarapan sehat sebagai bagian dari rutinitas harian siswa.


Jumat, 06 Desember 2024

Mengapa Orang Keturunan Hindu India Sukses Memimpin Perusahaan Besar Dunia


Kesuksesan orang keturunan Hindu India dalam memimpin perusahaan besar dunia, terutama di sektor teknologi dan bisnis, tidak terlepas dari kombinasi faktor budaya, pendidikan, dan pengalaman. Berikut adalah beberapa alasan utama yang mendukung fenomena ini:


1. Fokus pada Pendidikan dan Keterampilan STEM


India dikenal memiliki sistem pendidikan yang kuat di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Banyak pemimpin seperti Sundar Pichai (CEO Alphabet/Google) dan Satya Nadella (CEO Microsoft) memiliki latar belakang teknik dan memperoleh pendidikan lebih lanjut di universitas top dunia, seperti Stanford dan MIT. Pendekatan analitis yang diasah melalui pendidikan ini sangat membantu dalam mengelola perusahaan global.


2. Kecakapan dalam Adaptasi dan Manajemen Kompleksitas


Pemimpin dari India sering kali beradaptasi dengan berbagai budaya dan sistem. Lingkungan kerja di India yang kompleks mengajarkan mereka untuk menghadapi tantangan, baik dalam manajemen maupun pengambilan keputusan strategis. Kemampuan ini membuat mereka unggul di perusahaan multinasional yang membutuhkan pemahaman lintas budaya.


3. Etos Kerja dan Daya Juang Tinggi


Budaya kerja keras dan semangat untuk meraih kesuksesan sangat kental dalam tradisi India. Banyak dari mereka berasal dari latar belakang kelas menengah atau bahkan rendah, sehingga memiliki dorongan besar untuk membangun karier yang sukses di luar negeri.


4. Kecenderungan Berinovasi


Pemimpin asal India sering kali dianggap sebagai inovator. Contohnya, Shantanu Narayen (CEO Adobe) berhasil memimpin perusahaannya menjadi salah satu yang terdepan dalam industri perangkat lunak, dan Ajay Banga (CEO World Bank Group) membawa inovasi di sektor keuangan global.


5. Kemampuan Berkomunikasi dan Kepemimpinan


Sebagai negara multibahasa dan multikultur, banyak orang India yang memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik, baik dalam bahasa Inggris maupun dalam berinteraksi lintas budaya. Hal ini memberikan mereka keunggulan dalam memimpin tim global yang beragam.


6. Peran Diaspora India


Komunitas diaspora India memainkan peran penting dengan membangun jejaring internasional dan mempromosikan bakat dari negara asal. Banyak dari mereka juga mendapatkan kesempatan melalui program beasiswa atau pekerjaan di luar negeri, yang menjadi jalan untuk menduduki posisi puncak.


7. Nilai-Nilai Hindu dalam Kepemimpinan


Nilai-nilai tradisional Hindu, seperti rasa hormat terhadap semua orang, prinsip dharma (kewajiban), dan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat, sering kali tercermin dalam gaya kepemimpinan mereka. Hal ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan inovatif.


Kesuksesan ini mencerminkan perpaduan antara pendidikan, budaya kerja, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Pemimpin seperti Sundar Pichai, Satya Nadella, Leena Nair (CEO Chanel), dan Shantanu Narayen adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai ini diwujudkan di tingkat global.

Pendidikan di Jepang: Dari Tradisional hingga Modern


Pendahuluan

Pendidikan di Jepang merupakan salah satu sistem yang paling dihormati di dunia, dikenal karena fokusnya pada disiplin, etos kerja, dan inovasi. Perjalanan pendidikan di Jepang mencerminkan transformasi budaya, teknologi, dan kebijakan yang luar biasa, mulai dari era feodal hingga era globalisasi.

Sejarah Awal Pendidikan Jepang

Pada era Edo (1603–1868), pendidikan di Jepang didominasi oleh sekolah-sekolah terpisah untuk samurai (terutama berbasis Konfusianisme) dan rakyat biasa. Samurai belajar di terakoya (sekolah berbasis kuil Buddha) atau hanko (akademi domain), mempelajari sastra klasik, bela diri, dan seni. Rakyat biasa belajar membaca, menulis, dan berhitung di terakoya.

Meskipun pendidikan pada masa ini belum universal, tingkat literasi di Jepang relatif tinggi dibandingkan negara lain.

Era Restorasi Meiji (1868–1912): Awal Modernisasi

Restorasi Meiji menandai transformasi besar-besaran dalam sistem pendidikan Jepang. Pemerintah Meiji mengadopsi model pendidikan Barat untuk memperkuat bangsa.

- Reformasi 1872: Pemerintah memberlakukan Ordinansi Pendidikan yang menetapkan sistem pendidikan universal dengan struktur 6-3-3 (6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, dan 3 tahun sekolah menengah atas).

- Pendidikan Wajib: Pada awalnya, hanya sekolah dasar yang diwajibkan, tetapi akses ke pendidikan menengah meningkat seiring waktu.

Peran guru sangat dihormati pada masa ini, dan pendidikan difokuskan pada nilai-nilai nasionalisme, loyalitas, dan etika Konfusianisme.

Periode Pasca-Perang Dunia II: Reformasi Besar-Besaran

Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Sekutu memperkenalkan reformasi pendidikan untuk menghapus pengaruh militerisme dan ultranasionalisme.

- Konstitusi 1947: Menjamin pendidikan wajib gratis selama 9 tahun.

- UU Dasar Pendidikan (1947): Menekankan demokrasi, hak asasi manusia, dan perdamaian sebagai fondasi pendidikan.

- Diversifikasi Kurikulum: Kurikulum menjadi lebih inklusif, mengintegrasikan seni, musik, olahraga, dan mata pelajaran praktis.

Sistem Pendidikan Modern

Sistem pendidikan Jepang modern sangat terstruktur dan kompetitif.

1. Struktur

   - Pendidikan Wajib: 6 tahun SD + 3 tahun SMP.

   - Pendidikan Menengah Atas: Tidak wajib, tetapi hampir 98% siswa melanjutkan.

   - Universitas dan Pendidikan Tinggi: Jepang memiliki banyak universitas ternama, seperti Universitas Tokyo dan Universitas Kyoto.

2. Karakteristik Utama

   - Disiplin dan Kebersihan: Siswa membersihkan kelas mereka sendiri.

   - Fokus pada Kebersamaan: Pendidikan moral dan etika diajarkan sejak dini.

   - Teknologi dalam Kelas: Pemanfaatan komputer, tablet, dan alat digital lainnya sangat umum.

3. Ujian Masuk

   Ujian masuk universitas terkenal sangat kompetitif, dijuluki 'perang ujian.'

Tantangan dan Masa Depan

Jepang menghadapi beberapa tantangan dalam sistem pendidikannya:

- Tekanan Akademik: Banyak siswa menghadapi stres akibat ujian.

- Angka Kelahiran Rendah: Penurunan populasi berdampak pada jumlah siswa di sekolah.

- Globalisasi: Jepang perlu menyesuaikan kurikulumnya untuk mendukung bahasa Inggris dan kompetensi internasional.

Untuk masa depan, Jepang terus berinvestasi dalam pendidikan berbasis teknologi dan inovasi untuk mempersiapkan generasi berikutnya menghadapi tantangan global.

Penutup

Evolusi pendidikan di Jepang mencerminkan perpaduan tradisi dan modernitas. Sistem ini tidak hanya berfokus pada akademik tetapi juga membentuk individu yang berdisiplin dan berbudi pekerti.

Referensi

1. Tsuneyoshi, Ryoko. The Japanese Model of Schooling.

2. Website Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT).

3. Artikel jurnal pendidikan dari JSTOR dan Springer.

Minggu, 01 Desember 2024

Bahaya Sampah Plastik


Bahaya Sampah Plastik dan Solusi Mengurangi Dampaknya

Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia saat ini. Plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan yang berdampak buruk bagi ekosistem, kesehatan manusia, dan kehidupan laut. Artikel ini akan membahas bahaya sampah plastik serta solusi untuk mengurangi dampak negatifnya.

Bahaya Sampah Plastik

1. Pencemaran Lingkungan

Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Plastik yang tidak dikelola dengan baik sering kali berakhir di tanah atau lautan, menyebabkan pencemaran yang merusak ekosistem alami.

2. Bahaya bagi Kehidupan Laut

Plastik di lautan sering kali disangka makanan oleh hewan laut seperti penyu, burung, dan ikan. Konsumsi plastik ini dapat menyebabkan kematian akibat tersumbatnya saluran pencernaan.

3. Dampak pada Kesehatan Manusia

Mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan melalui ikan dan hewan laut lainnya dapat berakhir di tubuh manusia, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

Solusi Mengurangi Dampak Negatif Sampah Plastik

1. Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Masyarakat perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan, dan botol minum, dengan menggantinya dengan bahan yang dapat digunakan ulang.

2. Daur Ulang dan Pengelolaan Sampah yang Baik

Meningkatkan kapasitas daur ulang plastik dan memastikan pengelolaan sampah yang efisien dapat mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lingkungan.

3. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah dapat membantu mengurangi dampaknya.

4. Inovasi Teknologi

Pengembangan teknologi untuk menciptakan material alternatif yang ramah lingkungan dan biodegradable dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menggantikan plastik konvensional.

Kesimpulan

Sampah plastik merupakan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Namun, melalui langkah-langkah konkret seperti mengurangi penggunaan plastik, meningkatkan daur ulang, dan mengembangkan teknologi ramah lingkungan, dampak negatifnya dapat dikurangi. Kesadaran dan kerja sama dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Referensi

- Jambeck, J. R., et al. (2015). "Plastic waste inputs from land into the ocean." Science.

- Geyer, R., Jambeck, J. R., & Law, K. L. (2017). "Production, use, and fate of all plastics ever made." Science Advances.

- World Health Organization (WHO). (2019). "Microplastics in drinking-water." WHO Report.

Senin, 25 November 2024

Guru dari Sudut Pandang Hindu


Pendahuluan

Dalam tradisi Hindu, guru memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter individu dan pencapaian tujuan spiritual. Kata "guru" berasal dari bahasa Sanskerta, terdiri dari dua suku kata: "gu" yang berarti kegelapan dan "ru" yang berarti cahaya. Secara harfiah, guru adalah seseorang yang membimbing kita keluar dari kegelapan ketidaktahuan menuju cahaya pengetahuan dan kebijaksanaan. Dalam filsafat Hindu, guru dianggap sebagai manifestasi Tuhan yang hadir untuk menuntun muridnya menuju moksha (pembebasan spiritual).

Makna Guru dalam Teks Suci Hindu

Guru disebutkan secara eksplisit dalam berbagai kitab suci Hindu, termasuk Veda, Upanishad, dan Bhagavad Gita. Berikut adalah beberapa referensi utama:

1. Veda
Dalam Atharva Veda, guru disebut sebagai "Brahma", "Vishnu", dan "Maheshwara". Hal ini mengindikasikan bahwa guru adalah perwujudan dari ketiga aspek Tuhan, yaitu pencipta, pemelihara, dan penghancur. Guru dihormati setara dengan Tuhan karena perannya dalam menanamkan pengetahuan ilahi kepada murid.

2. Upanishad
Di dalam Mundaka Upanishad (1.2.12), dinyatakan bahwa seorang murid harus mendekati guru dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan untuk memahami kebenaran tertinggi. Guru berfungsi sebagai perantara antara manusia dan pengetahuan ilahi.

3. Bhagavad Gita
Dalam Bhagavad Gita, Krishna berperan sebagai guru Arjuna, memberikan ajaran tentang dharma, bhakti, dan pengetahuan spiritual. Krishna berkata, "Tunduklah dengan rendah hati, ajukan pertanyaan dengan tulus, dan layani guru. Mereka yang telah memahami kebenaran dapat membimbingmu ke jalan kebijaksanaan" (Bhagavad Gita 4.34).

Peran Guru dalam Kehidupan

Dalam tradisi Hindu, guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan duniawi tetapi juga menjadi penuntun spiritual. Guru memberikan bimbingan pada aspek-aspek berikut:

1. Pendidikan Spiritual
Guru mengajarkan nilai-nilai spiritual, dharma, dan etika melalui berbagai metode, termasuk cerita, mantra, dan meditasi. Seorang murid yang taat kepada guru dapat mencapai pencerahan spiritual.

2. Membangun Moralitas dan Etika
Guru berperan dalam membentuk moralitas dan etika murid. Dalam tradisi Hindu, guru mengajarkan ahimsa (non-kekerasan), satya (kebenaran), dan shanti (kedamaian).

3. Hubungan Guru dan Murid (Guru-Shishya Parampara)
Tradisi guru-shishya adalah salah satu fondasi pendidikan Hindu. Dalam hubungan ini, murid menghormati guru sebagai figur otoritas dan sumber kebijaksanaan. Guru memberikan ajaran yang mendalam sesuai dengan kesiapan spiritual murid.

Guru sebagai Jembatan Menuju Moksha

Guru dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan murid dengan Tuhan. Dalam tradisi Advaita Vedanta, guru membantu murid memahami konsep "Aham Brahmasmi" (Aku adalah Brahman) yang mengarah pada pembebasan diri dari keterikatan duniawi.

Dalam berbagai ritual Hindu, seperti upacara Saraswati Puja dan Guru Purnima, guru dihormati dengan doa dan persembahan sebagai wujud rasa syukur atas bimbingan mereka.

Kesimpulan

Guru dalam pandangan Hindu bukan sekadar seorang pendidik tetapi juga seorang pembimbing spiritual yang memiliki peran signifikan dalam perjalanan hidup seseorang. Mereka adalah pembawa terang pengetahuan dan penjaga nilai-nilai dharma. Oleh karena itu, menghormati guru adalah kewajiban yang tidak hanya menunjukkan rasa syukur tetapi juga memperkuat ikatan spiritual antara guru dan murid.

Melalui ajaran guru, seorang individu dapat memahami arti kehidupan, mencapai tujuan spiritual, dan hidup selaras dengan hukum kosmis. Seperti yang disebutkan dalam kitab suci, "Guru adalah Tuhan itu sendiri, dan dengan mematuhi ajarannya, seseorang akan mencapai kebahagiaan abadi."

Referensi

1. Atharva Veda

2. Mundaka Upanishad

3. Bhagavad Gita

4. Eknath Easwaran, The Bhagavad Gita for Daily Living

5. Swami Sivananda, Guru and Disciple

6. Radhakrishnan, S., The Principal Upanishads
 

Rabu, 19 Juni 2024

Info PPDB 2024 SMP Negeri 4 Sukasada


Info PPDB

Ayo gabunglah bersama kami di SMP Negeri 4 Sukasada!

Pendaftaran dibuka mulai tanggal [20 Juni 2024] hingga [3 Juli 2024]. 
Dengan 4 Jalur pendaftaran yaitu : 
a. Jalur Afirmasi ( 20 s.d 22 Juni 2024 ) 
b. Jalur Zonasi ( 24 s.d 27 Juni 2024 )
c. Jalur Perpindahan Orang Tua/Wali. ( 26 s.d 27 Juni 2024 ) 
d. Jalur Prestasi ( 1 s.d 3 Juli 2024 ) 

Jangan sampai terlewatkan catat jadwalnya 
untuk info lebih lanjut : 

Hubungi kami

Website : https://www.smpn4sukasada.sch.id/
Instagram : SMP Negeri 4 Sukasada 
Osis : OSIS SMP Negeri 4 Sukasada 

Telepon/wa : I Putu Mas (082339591244) 
Desi Ariani ( 081338530107 ) 
Lutfi Fuadi ( 087701511871 ) 

#PPDBSMPNegeri4Sukasada #SekolahPenggerakl #Berseri #spenfoursadajaya

Kamis, 06 Juni 2024

Pengumuman Kelulusan 2024

Minggu, 28 April 2024

Nyalakan Api Kreativitas: 3 Tips Membantu Peserta Didik Berpikir Kreatif di Kelas


Halo, para pengajar kreatif! Saya I Made Wiradnyana, dan hari ini saya ingin berbagi 3 tips jitu untuk membantu peserta didik Anda melatih berpikir kreatif di kelas.

Tujuan Video

Video ini dibuat dengan tujuan untuk membantu para pengajar dalam membimbing peserta didik mereka agar lebih kreatif dalam proses belajar mengajar.

Deskripsi 3 Tips

Tip 1: Ciptakan Suasana Kelas yang Nyaman dan Mendukung

Buatlah ruang kelas yang terbuka dan inklusif, di mana murid merasa aman untuk mengeksplorasi ide-ide mereka tanpa rasa takut salah.
Dorong kolaborasi dan kerja sama antar murid dengan berbagai aktivitas kelompok dan proyek bersama.
Berikan apresiasi atas usaha dan partisipasi murid, meskipun idenya mungkin belum sempurna.

Tip 2: Berikan Tantangan dan Kegiatan yang Memicu Kreativitas

Gunakan metode pembelajaran yang beragam dan kreatif, seperti pemecahan masalah, bermain peran, dan proyek belajar mandiri.
Berikan pertanyaan terbuka yang mendorong murid untuk berpikir kritis dan mencari solusi inovatif.
Adakan pameran atau pertunjukan untuk memamerkan karya kreatif murid dan menginspirasi orang lain.

Tip 3: Jadilah Contoh yang Baik bagi Murid

Tunjukkan rasa ingin tahu dan antusiasme Anda sendiri terhadap belajar dan berkreasi.
Bagikan pengalaman dan ide kreatif Anda dengan murid, dan tunjukkan bagaimana Anda memecahkan masalah dengan cara yang kreatif.
Teruslah belajar dan mengembangkan diri, agar Anda dapat menjadi inspirasi bagi murid untuk selalu ingin tahu dan berinovasi.

Penutup

Menumbuhkan jiwa kreatif pada peserta didik membutuhkan usaha dan dedikasi dari para pengajar. Dengan menerapkan 3 tips di atas, Anda dapat membantu murid-murid Anda untuk mengembangkan potensi kreatif mereka dan menjadi pembelajar yang lebih aktif dan mandiri.

Ingatlah, setiap murid memiliki potensi kreatif yang unik. Tugas kita sebagai pengajar adalah untuk membimbing dan memfasilitasi mereka dalam mengeksplorasi potensi tersebut dan mencapai kesuksesan di masa depan.

Terima kasih telah menonton!

Kamis, 25 April 2024

Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar

Pemahaman yang mendalam tentang konsep "Merdeka Belajar" merupakan pondasi yang kokoh dalam membawa revolusi pendidikan di Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi. Merdeka Belajar bukan sekadar sebuah istilah, tetapi juga sebuah gagasan revolusioner yang memandang setiap individu sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Ia melampaui batasan klasik pembelajaran yang hanya terpaku pada guru sebagai sumber pengetahuan utama, namun membebaskan setiap insan untuk menggali pengetahuan, membangun kreativitas, dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.

Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis, konsep Merdeka Belajar menjadi semakin relevan. Ia menuntut adanya transformasi dalam pendekatan pembelajaran, dari yang bersifat pasif menjadi proaktif, dari yang terpusat pada guru menjadi berfokus pada siswa, dan dari pembelajaran yang terbatas pada kelas menjadi terbuka dalam berbagai konteks kehidupan. Dengan merambah ke dalam domain kehidupan sehari-hari, Merdeka Belajar memungkinkan setiap individu untuk belajar dari pengalaman, interaksi sosial, serta eksplorasi dalam berbagai bidang minat dan bakatnya.

Namun, untuk mewujudkan potensi sejati dari Merdeka Belajar, diperlukan upaya yang komprehensif dalam menyebarkan pemahaman tentang konsep ini. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya Merdeka Belajar dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidik, orangtua, komunitas, dan semua pemangku kepentingan pendidikan harus bersatu untuk memperkuat implementasi Merdeka Belajar dalam segala aspek kehidupan pendidikan.

Dengan menyebarkan pemahaman yang mendalam tentang Merdeka Belajar, kita mendorong terbentuknya budaya pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berpusat pada pembelajar. Setiap individu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minatnya, mengembangkan bakatnya, dan mengejar impian mereka dengan penuh semangat. Merdeka Belajar bukan hanya tentang mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tentang menginspirasi setiap generasi untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang tangguh dan berdaya saing tinggi di era globalisasi ini.

Oleh karena itu, mari kita bergandengan tangan dalam memperluas pemahaman tentang Merdeka Belajar, agar kita dapat menciptakan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan memberikan peluang yang setara bagi setiap anak bangsa untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal bagi kemajuan bangsa dan negara.

Mohon Bapak/Ibu/Saudara berkenan mengisi formulir di bawah ini sebagai umpan balik dalam kegiatan aksi nyata “Menyebarkan Pemahaman tentang Merdeka Belajar”

Semoga bermanfaat.

Selasa, 19 Maret 2024

Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?

Kurikulum dalam dunia pendidikan merupakan landasan utama yang menentukan arah dan kualitas pembelajaran siswa. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi, dan dinamika sosial, penting bagi kurikulum untuk terus mengalami perubahan dan penyesuaian agar tetap relevan dan efektif dalam mempersiapkan generasi masa depan. Di era yang terus berubah dengan cepat ini, kurikulum yang statis dan kaku dapat menjadi hambatan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang responsif dan inovatif. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, akan dibahas empat alasan mengapa perubahan dalam kurikulum sangat penting.
1. Relevansi: Kurikulum perlu terus berubah untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan masyarakat agar siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan masa kini.
2. Inovasi: Perubahan dalam kurikulum memungkinkan adanya inovasi dalam metode pengajaran dan pembelajaran, sehingga proses pendidikan menjadi lebih menarik, efektif, dan menyenangkan bagi siswa.
3. Penyesuaian: Kurikulum yang fleksibel dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan individual siswa, memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi dan minatnya secara optimal.
4. Daya Saing Global: Dengan mengubah kurikulum sesuai dengan standar internasional dan kebutuhan pasar kerja global, lulusan akan lebih siap bersaing di tingkat internasional dan berkontribusi secara positif dalam dunia kerja yang beragam.

Dalam menghadapi kompleksitas tantangan dan peluang di era modern, perubahan dalam kurikulum menjadi suatu keharusan. Dari peningkatan relevansi dengan kebutuhan zaman, hingga penyesuaian dengan kebutuhan individual siswa, setiap perubahan yang dilakukan memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Dengan mengadopsi pendekatan yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, kurikulum dapat menjadi salah satu instrumen utama dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global dan menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk terus memperbaiki dan mengubah kurikulum harus terus didorong demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih dinamis, inklusif, dan berkualitas.

Mohon bantuan Bapak/Ibu/Siswa untuk mengisi form di link di bawah ini sebagai respon umpan balik tentang “Mengapa Kurikulum Perlu diubah”




Senin, 12 Juni 2023

Penerimaan Peserta Didik Baru 2023



 

Senin, 30 Januari 2023

Pelantikan Pengurus OSIS 2023

Hari ini, Senin 30 Januari 2023 SMP Negeri 4 Sukasada melaksanakan Upacara Bendera yang sekaligus dirangkai dengan Pelantikan OSIS Masa Bakti Tahun 2023. Upacara hari ini dipimpin oleh Kepala SMP Negeri 4 Sukasada, Putu Astabawa, S.Pd, M.Pd. yang diikuti oleh semua guru, pegawai, serta seluruh siswa. Adapun Pelantikan OSIS dilakukan bagi para siswa yang terpilih sebagai OSIS yang diambil dari Kelas VII dan Kelas VIII. Pelantikan dilakukan dengan penyerahan Bendera OSIS dari Ketua OSIS yang lama kepada Ketua OSIS baru yang diserahkan oleh Kepala Sekolah.


Kepala Sekolah dalam sambutannya menyambut hangat dan memberi selamat kepada oengurus OSIS yang baru dilantik, Beliau berpesan agar pengurus OSIS yang baru melaksakakan tugas yang telah disusun dengan baik, disiplin, berintegritas, bertanggung jawab, serta senantiasa menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan SMP Negeri 4 Sukasada. OSIS merupakan tumpuan serta penggerak sekolah yang mampu menciptakan citra sekolah ke arah positif dan menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya antarsiswa.


Upacara serta Pelantikan OSIS Masa Bakti Tahun 2023 berlangsung secara khidmat, lancar, dan penuh suasana kedisiplinan.



Struktur OSIS SMP Negeri 4 Sukasada 2023

Rabu, 25 Januari 2023

War On Drugs

Siang ini Rabu, 25 Januari 2023 pukul 11.00 WITA di SMP NEGERI 4 SUKASADA (SPENFOURSADA) diadakan sosialisasi dari BNN Kabupaten Buleleng.

Sosialisasi dilaksanakan secara langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Buleleng Bapak I Gede Astawa, SH.,MH. Dalam sosialisasinya dilaksanakan untuk mengelorakan Gema Anti Narkoba melalui nyanyian.

“ Jangan pernah sekali-kali mencoba Narkoba, Narkoba sangat berbahaya karena kalau sudah terkena narkoba tidak akan pernah sembuh, jika kita mencoba sekarang munculnya kapan? Saat kita ada masalah, saaat kita ada beban” ungkap Kepala BNN dalam sosialisasinya.

Setelah pelaksanaan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan bersama Mars BNN Anti Narkoba dalam rangka memecahkan rekor Muri.

SMP Negeri 4 Sukasada (SPENFOURSADA) menyatakan komitmen mengikuti kegiatan Gema Anti Narkotika dengan menggemakan yel yel anti narkoba dan menyanyikan lagu Mars BNN "Anti Narkoba" untuk mendorong semangat dalam War on Drugs.

MARS BNN

Narkoba adalah musuh negara

Musuh rakyat musuh kita semua

Mari kita perangi marilah kita basmi

Sampai ke akar-akarnya

Jadikanlah Indonesia negara

Yang bebas dari jeratan narkoba

Jadikan indonesia bangsa yang sehat cerdas

Berakhlak mulia maju dan jaya

Bangunlah bangsaku

Bangunlah rakyatku

Raihlah masa depan ceria

Satukanlah visi satukanlah misi

Perangi dan hancurkan narkoba

Bersama kita bisa

Perangi sekarang juga

Bersama......BNN......

#MarsBNN

#WarOnDrugs

#BersihNarkoba

#BersihCovid19

#BNNRI

#BNNPBali

#BNNKBuleleng




Kamis, 19 Januari 2023

Sosialisasi Program Ban The Big 5

Ban The Big Five adalah istilah program yang dikembangkan oleh Aliansi Zero Waste Indonesia untuk gerakan menolak 5 jenis sampah plastik berupa kantong, sedotan, sachet, styrofoam dan microbead. Program ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat terutama kaula muda dengan mengurangi timbulan sampah plastik dan mengurangi kerusakan eksoistem laut untuk masa depan generasi mendatang.

Target program ini menyasar pada anak-anak sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, maupun mahasiswa di Indonesia terutama Provinsi Bali. Melalui pembentukan duta-duta lingkungan bebas plastik pada setiap sekolah, diharapkan mampu meningkatkan untuk ikut serta mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai yang sejalan dengan peraturan Gubernur Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Gerakan alternatif pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah dengan melakukan edukasi secara daring dan luring, mengajak sekolah untuk membuat dan menerapan peraturan sekolah sehat tanpa plastik sekali pakai, mengajak kantin sekolah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, kotak makanan, sedotan bambu/stainless dan menggunakan tas ulang pakai sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai, serta mencintai produk ramah lingkungan hasil kerajinan lokal dan belajar mengembangkan keterampilan tersebut agar tidak punah dan tergantikan dengan plastik.

Hari ini Kamis, 19 Januari 2023, SMP Negeri 4 sukasada mengadakan sosialisasi program Ban The Big 5 di SDN 2 Panji Anom dan SDN 4 Panji Anom. Kegiatan berlangsung lancar karena antusiasme dari siswa-siswi dan pengajar di kedua sekolah tersebut.