Kamis, 13 Januari 2022

Satua Bali

Satua Bali, an interactive worksheet by SitaDewi_Permana
liveworksheets.com

Apa itu Kurikulum Prototipe? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kurikulum prototipe merupakan kurikulum pilihan (opsi) yang dapat diterapkan satuan pendidikan mulai tahun ajaran (TA) 2022/2023. Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya (kurtilas).

Jika melihat dari kebijakan yang akan di ambil para pemangku kebijakan, nantinya sebelum kurikulum nasional dievaluasi tahun 2024, satuan pendidikan diberikan beberapa pilihan kurikulum untuk diterapkan di sekolah.

Kurikulum prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan, mari kita mengenal 7 (tujuh) hal baru yang ada dalam Kurikulum Paradigma Baru.

Pertama, Struktur Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran.

Secara umum Struktur Kurikulum Paradigma Baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa pembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek.

Selain itu, setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumber daya yang tersedia di sekolah tersebut.

Kedua, Hal yang menarik dari Kurikulum Paradigma Baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, maka pada Kurikulum Paradigma Baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu Capaian Pembelajaran (CP) yang merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.

Oleh karena itu, setiap asesmen pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru haruslah mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ketiga, Pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja, pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya.

Dengan demikian pada jenjang SD kelas IV, V, dan VI tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran, atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran.

Keempat, Jika dilihat dari jumlah jam pelajaran, Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013, akan tetapi jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Paradigma Baru ditetapkan pertahun.

Sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.

Suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat juga sebaliknya, misalnya mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja. Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan.

Kelima, Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat asesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek.

Pada Kurikulum Paradigma Baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini bertujuan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Keenam, Untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada KTSP 2013 dihilangkan maka pada Kurikulum Paradigma Baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama baru yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP.

Bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya/guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatar belakang TIK/Informatika, namun dapat diajarkan oleh guru umum.

Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik.

Sumber : fajar pendidikan

Jumat, 05 November 2021

Upaya Mengefektifkan Pembelajaran di masa Pandemi Covid 19 dengan Optimalisasi Pendekatan ODP

Senin, 20 September 2021

Body Parts

Sabtu, 04 September 2021

Sosialisasi Program Anti Perundungan

Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan. 

Sebagai salah satu sekolah yang mengikuti Program Anti Perundungan dari Kementerian Pendidikan, yang bekerjasama dengan Puspeka dan Unicef, hari ini SMP Negeri 4 Sukasada melaksanakan sosialisai program yang diikuti oleh seluruh GTK dengan penyaji Ibu Gusti Ketut Yasnawati dan Kadek Agus Leo Pradipta yang dilakukan secara daring.

Dalam sambutannya Bapak Kepsek SMP Negeri 4 Sukasada Putu Astabawa mengatakan program ini sangat penting mengingat masih banyaknya perundungan atau bullying di lingkungan tempat tinggal atau sekolah, sehingga menimbulkan pelaku maupun korban perundungan yang sangat berefek negatif bagi keduanya. 

Berikut adalah hasil rekaman sosialisai tadi di kanal youtube sekolah.

Senin, 09 Agustus 2021

Greeting and Parting For Grade 7

Greeting and Parting, an interactive worksheet by wahyutry
liveworksheets.com

Sabtu, 17 Juli 2021

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2021 Hari VI

Hari ini Sabtu, 17 Juli 2021 MPLS memasuki hari ke enam atau terakhir. 

Acara diawali dengan perkenalan pengurus OSIS dengan siswa baru. Diharapkan siswa baru dapat mengetahui pengurus OSIS masa kepengurusan sekarang.

Acara berikutnya adalah penyajian materi Pramuka, dilanjutkan dengan pemutaran video Prestasi Siswa dan GTK SMP Negeri 4 Sukasada.

Acara terakhir adalah penutupan setelah penyerahan peserta didik baru dari Ketua Komite kepada sekolah.

Acara ini juga disiarkan secara langsung di kanal youtube sekolah


Jumat, 16 Juli 2021

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2021 Hari V

Hari ini Jumat, 16 Juli 2021 MPLS memasuki hari V. 

Materi hari ini adalah tentang Sekolah Penggerak yang akan dibawakan langsung oleh Bapak Kepala SMP Negeri 4 Sukasada, Bapak Putu Astabawa, S. Pd, M. Pd.

Seperti diketahui SMP Negeri 4 Sukasada adalah salah satu dari 3 SMP di Kabupaten Buleleng yang terpilih sebagai sekolah penggerak. Hal itu tak lepas dari kerja keras Bapak Kepala Sekolah yang telah berjuang semaksimal mungkin sehingga sekolah kita terpilih sebagai salah satu sekolah penggerak. Tanggungjawab kita sebagai warga sekolah adalah berusaha bersama agar program sekolah penggerak di sekolah kita bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi semua warga sekolah dan tentunya warga masyarakat sekitar.

Kegiatan hari ini juga disiarkan langsung di kanal youtube sekolah.


Kamis, 15 Juli 2021

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2021 Hari IV

Hari ini Kamis, 15 Juli 2021 MPLS 2021 memasuki hari IV. Kegiatan dimulai lebih awal karena setelah MPLS hari ini hampir seluruh peserta didik baru akan divaksinasi covid-19.

Acara dimulai dengan pembacaan doa dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selanjutnya pemberian materi Pendidikan Anti Korupsi dengan penyaji Bapak Gede Sucita, guru senior yang sudah cukup lama malang melintang dalam dunia pendidikan.
Dalam penyajiannya beliau menekankan kepada siswa baru akan pentingnya perilaku anti korupsi sejak dini. Sehingga pada saat dewasa generasi penerus ini tidak tertarik untuk melakukan korupsi yang merupakan tindak pidana.

Acara diakhiri dengan pemberian tugas yang akan dijawab secara asinkronous oleh peserta.

Kegiatan MPLS hari IV juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube SMP Negeri 4 Sukasada.