Kamis, 12 Mei 2022

Latihan PAT Bahasa Inggris Kelas 7

Rabu, 20 April 2022

Simple Past Tense

Am - Is - Are- Was - Were, an interactive worksheet by mada_1

Sabtu, 26 Maret 2022

Perayaan Hari Raya Saraswati SMP Negeri 4 Sukasada

Perayaan Hari Raya Saraswati pada hari Sabtu, tanggal 26 Maret 2022 di SMP Negeri 4 Sukasada bersama GTK, OSIS, serta Agen Perubahan Anti Perundungan SMP Negeri 4 Sukasada. Perayaan hari suci turunnya ilmu pengetahuan dimaknai dengan positif oleh seluruh warga sekolah dengan antusias menyambut dan merayakan persembahyangan bersama. Semoga dengan turunnya ilmu pengetahuan dapat menyinari pikiran seluruh umat manusia.

Selasa, 08 Maret 2022

Reading Comprehension : Basketball in Greece

Selasa, 01 Maret 2022

Learning English Through Sing : Can't Stop The Feeling

Kamis, 24 Februari 2022

The Name Of Sports In English


Sport (or sports) is all forms of usually competitive physical activity which, through casual or organised participation, aim to use, maintain or improve physical ability and skills while providing entertainment to participants, and in some cases, spectators.

Hundreds of sports exist, from those requiring only two participants, through to those with hundreds of simultaneous participants, either in teams or competing as individuals.

Sport is generally recognised as activities which are based in physical athleticism or physical dexterity, with the largest major competitions such as the Olympic Games admitting only sports meeting this definition, and other organisations such as the Council of Europe using definitions precluding activities without a physical element from classification as sports.

However, a number of competitive, but non-physical, activities claim recognition as mind sports.

The International Olympic Committee (through ARISF) recognises both chess and bridge as bona fide sports, and SportAccord, the international sports federation association, recognises five non-physical sports, although limits the amount of mind games which can be admitted as sports.

Sports are usually governed by a set of rules or customs, which serve to ensure fair competition, and allow consistent adjudication of the winner.

Winning can be determined by physical events such as scoring goals or crossing a line first, or by the determination of judges who are scoring elements of the sporting performance, including objective or subjective measures such as technical performance or artistic impression.

In organised sport, records of performance are often kept, and for popular sports, this information may be widely announced or reported in sport news.

In addition, sport is a major source of entertainment for non-participants, with spectator sports drawing large crowds to venues, and reaching wider audiences through sports broadcasting.

According to A.T.

Kearney, a consultancy, the global sporting industry is worth up to $620 billion as of 2013.

Selasa, 22 Februari 2022

Identifyng The Correct Sports

Sports, an interactive worksheet by Ron8
liveworksheets.com

Kamis, 10 Februari 2022

Can and Can't Listening Section

Kamis, 13 Januari 2022

Satua Bali

Satua Bali, an interactive worksheet by SitaDewi_Permana
liveworksheets.com

Apa itu Kurikulum Prototipe? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kurikulum prototipe merupakan kurikulum pilihan (opsi) yang dapat diterapkan satuan pendidikan mulai tahun ajaran (TA) 2022/2023. Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya (kurtilas).

Jika melihat dari kebijakan yang akan di ambil para pemangku kebijakan, nantinya sebelum kurikulum nasional dievaluasi tahun 2024, satuan pendidikan diberikan beberapa pilihan kurikulum untuk diterapkan di sekolah.

Kurikulum prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia. Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan, mari kita mengenal 7 (tujuh) hal baru yang ada dalam Kurikulum Paradigma Baru.

Pertama, Struktur Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran.

Secara umum Struktur Kurikulum Paradigma Baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa pembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek.

Selain itu, setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumber daya yang tersedia di sekolah tersebut.

Kedua, Hal yang menarik dari Kurikulum Paradigma Baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, maka pada Kurikulum Paradigma Baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu Capaian Pembelajaran (CP) yang merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh.

Oleh karena itu, setiap asesmen pembelajaran yang akan dikembangkan oleh guru haruslah mengacu pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ketiga, Pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja, pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya.

Dengan demikian pada jenjang SD kelas IV, V, dan VI tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran, atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran.

Keempat, Jika dilihat dari jumlah jam pelajaran, Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013, akan tetapi jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Paradigma Baru ditetapkan pertahun.

Sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.

Suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat juga sebaliknya, misalnya mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja. Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan.

Kelima, Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat asesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek.

Pada Kurikulum Paradigma Baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini bertujuan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Keenam, Untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada KTSP 2013 dihilangkan maka pada Kurikulum Paradigma Baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama baru yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP.

Bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya/guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatar belakang TIK/Informatika, namun dapat diajarkan oleh guru umum.

Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik.

Sumber : fajar pendidikan